Festival Film Slamet Riyadi 2026 Jadi Ruang Apresiasi Filmmaker Melalui Tema “Redup Jadi Hidup”

Festival Film Slamet Riyadi 2026 Jadi Ruang Apresiasi Filmmaker Melalui Tema “Redup Jadi Hidup”

Surakarta – Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta sukses menyelenggarakan Festival Film Slamet Riyadi (FFSR) 2026, sebuah ajang apresiasi perfilman yang mempertemukan para sineas muda, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam semangat kreativitas dan kolaborasi. Puncak kegiatan berupa Awarding Night diselenggarakan pada Jumat, 12 Juni 2026, di Aula Lantai 7 Kampus 2 Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Mengusung tema “Redup Jadi Hidup”, Festival Film Slamet Riyadi 2026 mengajak para filmmaker menghadirkan karya yang merefleksikan perjalanan seseorang atau kelompok dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan hingga mampu bangkit dan menemukan harapan. Tema tersebut menjadi benang merah dari berbagai karya yang ditampilkan sepanjang festival.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Dr. Herning Suryo Sarjono, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival yang menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa sekaligus ruang apresiasi bagi para sineas muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sharing Session bersama Fanny Chotimah, filmmaker yang juga bertindak sebagai dewan juri Festival Film Slamet Riyadi 2026. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh berbagai wawasan mengenai proses kreatif produksi film, penyusunan narasi visual, hingga tantangan industri perfilman yang terus berkembang di era digital.

Usai sesi berbagi pengalaman, peserta mengikuti pemutaran film-film yang telah lolos proses kurasi. Sebanyak 12 film terbaik berhasil terpilih untuk diputar pada festival, terdiri atas enam film kategori umum dan enam film kategori pelajar.

Pada kategori umum, film yang lolos kurasi meliputi Pendar Dalam Senyap, Gusti Aku Njaluk, Mannequin, Belajarlah Dari Mie Instan, Besok Terakhir, dan Bara Yang Padam. Sementara pada kategori pelajar terdapat film A Longing Box, Prima Bangkit, Kedayang, Asa, Pepadhang, dan Gantari.

Selain itu, panitia juga memberikan apresiasi melalui kategori Special Mention kepada film Monolog, yang dinilai memiliki karakteristik dan nilai artistik yang layak mendapatkan perhatian khusus dari penonton.

Malam penganugerahan menjadi momen yang paling dinantikan dengan pengumuman para pemenang berdasarkan hasil penilaian dewan juri.

Pada kategori pelajar, penghargaan diberikan kepada:

  • Film Terbaik: Asa
  • Alur Cerita Terbaik: A Longing Box
  • Sinematografi Terbaik: Pepadhang

Sementara pada kategori umum, penghargaan diraih oleh:

  • Film Terbaik: Mannequin
  • Sinematografi Terbaik: Mannequin
  • Alur Cerita Terbaik: Gusti Aku Njaluk

Festival ini juga menghadirkan penghargaan Film Favorit, yang dipilih langsung oleh penonton melalui sistem voting selama pemutaran film. Berdasarkan hasil pemungutan suara, penghargaan Film Favorit FFSR 2026 berhasil diraih oleh film Bara Yang Padam.

Ketua pelaksana menyampaikan bahwa Festival Film Slamet Riyadi tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan kepada karya terbaik, tetapi juga membangun ekosistem perfilman yang sehat melalui ruang belajar, diskusi, dan kolaborasi antarsineas.

Sebagai bagian dari pembelajaran di Program Studi Ilmu Komunikasi UNISRI, festival ini menjadi implementasi nyata kompetensi mahasiswa dalam bidang produksi film, manajemen event, komunikasi media, hingga promosi kreatif. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).

Melalui penyelenggaraan Festival Film Slamet Riyadi 2026, HIMAKOM UNISRI berharap kegiatan ini dapat terus berkembang sebagai festival film yang mampu menjadi ruang apresiasi, edukasi, sekaligus inkubasi bagi lahirnya sineas-sineas muda Indonesia.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan juri, tamu undangan, media partner, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Film Slamet Riyadi 2026. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Resti Shan Makeup, Larissa Aesthetic Center, AIRA Clinic, dan Rumah Makan Mbak Samini atas dukungan yang diberikan sehingga festival dapat terselenggara dengan baik.

Festival Film Slamet Riyadi diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat budaya berkarya, meningkatkan kualitas perfilman independen, serta mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang memiliki nilai artistik dan pesan sosial bagi masyarakat.