Surakarta, 5 Desember 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) menyelenggarakan kuliah praktisi pada Mata Kuliah Komunikasi Strategis dengan menghadirkan Lionessa Yuliani, HR Manager Solo Paragon Hotel & Residences, sebagai narasumber. Kegiatan ini diampu oleh Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom., dan menjadi bagian dari upaya prodi memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik komunikasi strategis di dunia profesional.
Dalam kuliah praktisi tersebut, Lionessa Yuliani memaparkan materi bertajuk The Strategy of Crisis Communication, yang menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi situasi krisis. Ia menjelaskan bahwa krisis merupakan peristiwa tak terduga yang dapat mengancam operasional, reputasi, dan keberlanjutan organisasi, ditandai oleh tingkat ketidakpastian yang tinggi, tekanan waktu, potensi kerugian serius, serta sorotan publik dan media yang intens. Pemahaman ini menjadi fondasi awal bagi mahasiswa untuk melihat krisis sebagai bagian dari dinamika organisasi modern.
Materi kemudian mengalir pada pengenalan berbagai jenis krisis yang berpotensi dihadapi organisasi, mulai dari krisis alam, krisis teknologi, kesalahan manusia, krisis reputasi, krisis keuangan, hingga krisis keamanan dan gangguan operasional. Dengan contoh yang dekat dengan dunia perhotelan dan layanan publik, Lionessa menunjukkan bahwa setiap jenis krisis membutuhkan pendekatan komunikasi yang berbeda, namun tetap berpijak pada prinsip strategis yang terencana.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada tahapan penting dalam crisis communication plan, yang mencakup deteksi dini melalui monitoring isu, klasifikasi krisis, aktivasi tim krisis, penyusunan pesan kunci yang akurat dan konsisten, pemilihan saluran komunikasi yang tepat, hingga evaluasi pascakrisis. Penekanan utama diberikan pada pentingnya kecepatan, kejelasan pesan, dan larangan berspekulasi dalam situasi krisis agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Dalam konteks komunikasi strategis, Lionessa juga menyoroti peran komunikasi internal dan eksternal yang harus berjalan selaras. Komunikasi eksternal berfungsi menjaga hubungan dengan publik, media, dan pemangku kepentingan melalui pesan resmi yang transparan dan konsisten. Sementara itu, komunikasi internal menjadi kunci untuk memastikan karyawan memperoleh informasi yang akurat, tidak terjadi pernyataan yang saling bertentangan, serta tercipta koordinasi yang solid selama krisis berlangsung. Keseimbangan keduanya dinilai menentukan keberhasilan manajemen krisis secara menyeluruh.
Dosen pengampu mata kuliah, Silvi Aris Arlinda, menyampaikan bahwa kuliah praktisi ini sangat relevan dengan capaian pembelajaran Mata Kuliah Komunikasi Strategis. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa strategi komunikasi tidak hanya berorientasi pada promosi dan pencitraan, tetapi juga pada kemampuan mengelola risiko, menjaga reputasi, dan mempertahankan kepercayaan publik ketika organisasi berada dalam tekanan.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari diskusi yang berkembang selama sesi berlangsung, khususnya terkait pengelolaan isu di media sosial, penanganan rumor, serta peran komunikasi strategis dalam menjaga stabilitas organisasi. Melalui kuliah praktisi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISRI diharapkan memiliki perspektif yang lebih utuh mengenai peran komunikator strategis dalam menghadapi krisis, baik di sektor bisnis, layanan publik, maupun organisasi lainnya.







