Surakarta, 4 Desember 2025 – Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) kembali menghadirkan pembelajaran berbasis industri melalui Kuliah Praktisi pada Mata Kuliah Produksi Program Televisi. Acara ini menghadirkan praktisi profesional dari Visinema, Wisnu Dwi Prasetyo, dan dilaksanakan di Laboratorium Komunikasi A3.10, diikuti oleh mahasiswa konsentrasi Broadcasting.
Kuliah ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena materi yang disampaikan praktisi secara langsung selaras dengan pokok bahasan dalam materi perkuliahan, yaitu:
- Konsep dan format program televisi
- Tahapan pra–produksi (riset, perencanaan, rundown, scriptwriting)
- Proses produksi (pengambilan gambar, blocking camera, directing)
- Tahap pasca produksi (editing, finalisasi program)
- Analisis program televisi dan standar penyiaran
Materi tersebut merupakan inti dari kompetensi yang harus dicapai di mata kuliah ini, sehingga menghadirkan praktisi yang telah bekerja di industri menjadi penguatan langsung bagi mahasiswa.
Karya Wisnu Dwi Prasetyo di Metro TV
- Melihat Indonesia (2019–2022)
Program dokumenter yang mengeksplorasi keberagaman budaya dan potensi daerah di Indonesia.
- Ekspedisi Bakti Untuk Negeri (2020–2021)
Liputan dokumenter perjalanan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk:
- Rote Ndao
- Manggarai Barat
- Semau
- Kupang – Nusa Tenggara Timur
- KPI Awards 2020 – Merajut Nusantara Secara Digital
Produksi tayangan khusus penghargaan penyiaran nasional.
- KPI Awards 2021 – Bumi Congka Sae Menuju Merdeka
Dokumenter naratif yang mengangkat tema penyiaran dan pemberdayaan masyarakat.
- Konektivitas (2021)
Program yang membahas pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah di Indonesia.
Portofolio ini memberikan nilai tambah besar bagi kuliah praktisi, karena mahasiswa dapat belajar langsung dari seorang profesional yang telah memproduksi karya nyata di industri penyiaran nasional.
Dalam pemaparannya, Wisnu menjelaskan proses kreatif di dunia televisi dan industri film, mulai dari membangun ide cerita, membentuk tim produksi, menyusun rundown, hingga manajemen set saat syuting. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan teknis dan kreativitas dalam menyajikan program televisi yang informatif dan memiliki nilai estetis.
Mahasiswa mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung mengenai teknik produksi, penyutradaraan, metode storytelling, serta peluang karier dalam industri kreatif.
Dosen pengampu mata kuliah, Haryo Kusumo Aji, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa menghadirkan praktisi industri merupakan bagian dari penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
“Materi kuliah kami menekankan pemahaman tentang proses produksi televisi dari pra–produksi hingga pasca produksi. Kehadiran praktisi seperti Wisnu sangat relevan, karena mahasiswa melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari dipraktikkan di industri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa agar siap terlibat dalam produksi program TV, konten digital, maupun industri penyiaran lainnya.
Kuliah praktisi ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi Ilmu Komunikasi UNISRI dalam memperkuat kompetensi teknis mahasiswa, khususnya pada konsentrasi Broadcasting. Dengan fasilitas laboratorium serta dukungan praktisi profesional, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya audiovisual berkualitas dan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan industri media.
Prodi merencanakan kegiatan serupa secara berkala untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan memperluas jejaring dengan industri kreatif nasional.







